Banyuwangi kaya akan berbagai aset wisata religi, salah satunya adalah makam Waliyullah Syekh Abdurrahim bin Abu Bakar bin Abdurrahman, yang lebih dikenal dengan nama Datuk Ibrahim. Makam tokoh keturunan Arab Saudi ini berlokasi di Desa Lateng, Banyuwangi.
Setiap tahunnya, makam ini dikunjungi sekitar 36 ribu peziarah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ribuan orang silih berganti mengunjungi tempat terakhir peristirahatan salah satu penyebar agama Islam di Bumi Blambangan ini. Menurut catatan juru kunci, bukan hanya masyarakat biasa yang datang berziarah, kalangan pejabat sipil maupun militer juga sering mengunjungi makam tokoh yang wafat pada tahun 1876 ini. Juru kunci yang mengelola makam Datuk Ibrahim adalah Habib Kadir, meskipun ada juga yang menyebutnya Josing.
Selain makam Datuk Ibrahim, di belakangnya juga terdapat makam Sa'adah Alawiyyin Al Habib Hadi bin Abdullah Al Haddar, sebagaimana dijelaskan oleh pemandu lokal. Tempat wisata religi ini memiliki area yang cukup luas dan dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi yang dapat digunakan oleh pengunjung. Sebagai salah satu tokoh ulama yang berjasa menyebarkan agama Islam di Banyuwangi bahkan hingga Bali, makam Datuk Ibrahim selalu ramai dikunjungi peziarah dari penjuru nusantara dan menjadi bagian penting dari potensi wisata lokal Banyuwangi (Travelokal Bumiwangi)
ENGLISH
BANYUWANGI HAS VALUABLE RELIGIOUS TOURISM ASSETS, DATUK IBRAHIM'S MAUSOLEUM BECOMES A POPULAR DESTINATION
Banyuwangi is rich in various religious tourism assets, one of which is the mausoleum of Waliyullah Sheikh Abdurrahim bin Abu Bakar bin Abdurrahman, better known as Datuk Ibrahim. This mausoleum of the figure descended from Saudi Arabia is located in Lateng Village, Banyuwangi.
Each year, this mausoleum is visited by around 36,000 pilgrims coming from various regions in Indonesia. Thousands of people take turns visiting the final resting place of one of the spreaders of Islam in the land of Blambangan. According to the records of the caretaker, not only ordinary people come to pay their respects; civil and military officials also frequently visit the mausoleum of this figure who passed away in 1876. The caretaker managing Datuk Ibrahim's mausoleum is Habib Kadir, though some also refer to him as Josing.
In addition to Datuk Ibrahim's mausoleum, behind it also lies the mausoleum of Sa'adah Alawiyyin Al Habib Hadi bin Abdullah Al Haddar, as explained by local guides. This religious tourism site has a fairly large area and is equipped with toilet facilities that can be used by visitors. As one of the ulama (Islamic scholars) who contributed to spreading Islam in Banyuwangi and even extending to Bali, Datuk Ibrahim's mausoleum is always crowded with pilgrims from across the archipelago and has become an important part of Banyuwangi's local tourism potential (Travelokal Bumiwangi)
location
https://maps.app.goo.gl/tuV1mXXwBjyg6kQ66 (desa leteng kec Banyuwangi kab Banyuwangi/Leteng Village, Banyuwangi District, Banyuwangi Regency)
PHOTO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar