Sabtu, 11 Juli 2026

SEJARAH GUNUNG




MISTERI TINGGI ASAL-USUL GUNUNG ARJUNO DAN LEGENDA PUNCAK YANG DIPOTONG

 

Jika kita menyatukan ketinggian dua bentang alam yang saling bersahabat di wilayah Jawa Timur ini, maka angka yang didapat adalah 3.974 meter di atas permukaan laut (mdpl). Angka ini bukan sekadar penjumlahan matematika biasa, melainkan menjadi jembatan yang menghubungkan data fakta geografis dengan kisah legenda yang telah hidup turun-temurun di tengah masyarakat sekitar.

 

Berikut adalah rincian ketinggian resmi dari masing-masing gunung tersebut:

 

Gunung Arjuno: Sang Raksasa yang Menjulang

Dengan ketinggian mencapai 3.339 mdpl, Gunung Arjuno berdiri tegak sebagai gunung tertinggi kedua di provinsi Jawa Timur, hanya di bawah keagungan Gunung Semeru. Berada di perbatasan antara Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Batu, gunung ini menjadi bagian dari kompleks pegunungan yang gagah perkasa, menyimpan hutan lebat serta jalur pendakian yang menantang bagi para pencinta alam. Namanya pun terikat erat dengan tokoh besar dalam kisah Mahabharata, sosok Arjuna yang dikenal bijaksana dan tak kenal takut.

 

Gunung Wukir: Si Kecil yang Menyimpan Sejarah

Tak jauh dari sana, berdiri Gunung Wukir dengan ketinggian 635 mdpl. Lokasinya yang tepat berada di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menjadikannya benteng alami yang melindungi wilayah kaki pegunungan. Meskipun tubuhnya tidak setinggi Arjuno, gunung ini menyimpan kekayaan sejarah yang luar biasa, di mana ditemukan situs-situs kuno peninggalan masa silam yang menjadi saksi bisu peradaban leluhur di tanah Jawa.

 

Penjumlahan yang Menghidupkan Legenda

Jika kita menjumlahkan ketinggian Gunung Arjuno dan Gunung Wukir:

 

3.339 mdpl + 635 mdpl = 3.974 mdpl

 

Angka ini sungguh menakjubkan jika kita hubungkan dengan cerita rakyat yang sangat populer di daerah ini. Konon, pada zaman dahulu kala, Gunung Arjuno memiliki puncak yang sangat runcing dan menjulang jauh lebih tinggi dari sekarang. Namun, karena suatu alasan, Eyang Semar memotong ujung puncak gunung tersebut hingga patah. Potongan puncak itulah yang kemudian dipercaya masyarakat sebagai asal mula terbentuknya Gunung Wukir yang kita lihat hari ini.

 

Jika legenda itu kita bayangkan sejenak sebagai peristiwa nyata, berarti sebelum puncaknya dipotong, Gunung Arjuno dulunya menjulang hampir menyentuh angka 4.000 mdpl sebuah ketinggian yang sangat langka dan menempatkannya sejajar dengan raksasa-raksasa pegunungan tertinggi di Indonesia

Puncak yang Terpotong: Antara Legenda Sakti dan Fakta Alam di Gunung-gunung Jawa

 

Di Pulau Jawa, cerita rakyat tentang gunung yang puncaknya dipotong dan dilempar ke tempat lain sering kali terjalin rapat dengan kisah mitologi Hindu-Jawa serta kisah pewayangan. Namun di sisi lain, ilmu pengetahuan juga mencatat bahwa ada gunung yang puncaknya benar-benar "hilang" akibat kekuatan dahsyat alam, sementara sebagian lainnya berdiri kokoh dengan bentuk yang relatif tidak berubah sejak zaman purba. Berikut adalah pembagian gunung-gunung di Jawa berdasarkan kisah dan fakta keberadaan puncaknya:

 

✂️ GUNUNG YANG "DIPOTONG" DALAM LEGENDA

 

Kisah tentang pemotongan puncak gunung ini telah hidup turun-temurun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas wilayah sekitarnya:

 

Gunung Arjuno (Jawa Timur)

Konon puncak gunung ini dipotong oleh Semar dan Togog karena ketinggiannya yang terus bertambah hingga mengganggu kahyangan. Potongan puncak yang dilempar ke selatan itulah yang dipercaya masyarakat kini menjadi Gunung Wukir (atau Gunung Wurung) yang berada di wilayah Kota Batu.

 

Gunung Semeru (Jawa Timur)

Berdasarkan naskah kuno Tantu Panggelaran, Semeru dulunya adalah puncak Gunung Meru di India. Para dewa memotongnya dan membawanya ke Jawa sebagai "paku bumi" agar pulau ini tidak bergeser. Saat proses pemindahan, bagian tubuh gunung yang rontok membentuk deretan gunung lain seperti Lawu, Wilis, Kelud, dan Kawi. Sisa puncak yang terakhir kali terlepas saat penyesuaian posisi membentuk Gunung Penanggungan di Mojokerto.

 

Gunung Slamet (Jawa Tengah)

Dahulu kala puncaknya dikatakan menjulang sangat tinggi hingga menyentuh bintang. Karena seekor kera sakti sering memanjat dan mencuri bintang sehingga dunia menjadi gelap, Eyang Semar pun memotong puncaknya. Potongan yang dilempar jatuh dan berubah menjadi Gunung Ciremai di Jawa Barat.

 

💥 Gunung yang "Dipotong" oleh Alam (Fakta Ilmiah)

 

Berbeda dengan kisah legenda, gunung-gunung ini kehilangan puncaknya akibat letusan dahsyat yang tercatat secara geologis:

 

Gunung Raung (Jawa Timur)

Diprediksi dulunya berbentuk kerucut tinggi serupa Semeru, namun letusan purba yang sangat kuat meruntuhkan puncaknya dan menyisakan kaldera raksasa yang luas hingga kini.

 

Gunung Galunggung (Jawa Barat)

Letusan besar di masa lalu membuat puncaknya runtuh seketika. Sisa material runtuhan tersebut kemudian membentuk deretan bukit kecil yang kini dikenal sebagai kawasan Bukit Sepuluh Ribu di Tasikmalaya.

 

🏔️ Gunung yang Tetap Kokoh Tanpa Kisah Pemotongan

 

Kelompok ini tidak memiliki catatan mitos maupun bukti geologis tentang puncak yang terpotong atau runtuh secara masif. Bentuknya terbentuk perlahan lewat aktivitas vulkanik dan relatif stabil:

 

- Gunung Sumbing (Jawa Tengah): Berdiri tegak setinggi 3.371 mdpl dengan wujud yang utuh dan kokoh.

- Gunung Pangrango (Jawa Barat): Memiliki puncak berbentuk kubah yang anggun dan dikenal sangat stabil sejak awal pembentukannya.

- Gunung Argopuro (Jawa Timur): Puncaknya yang berupa perbukitan luas terbentuk dari aktivitas vulkanik purba yang telah mati, tanpa ada kisah puncak yang terlempar


SPEKULASI KETINGGIAN GUNUNG PURBA JAWA

 

Istilah Seven Summits of Java merujuk pada tujuh gunung tertinggi di Pulau Jawa: Semeru, Slamet, Sumbing, Arjuno, Raung, Lawu, dan Welirang. Namun jika kita merunut kisah legenda dan kitab kuno, gunung-gunung ini dulunya pasti menjulang jauh lebih tinggi. Berikut adalah simulasi perhitungan spekulatif jika puncak yang terpotong disatukan kembali:

 

📐 Gunung Arjuno + Gunung Wukir

 

- Tinggi Arjuno saat ini: 3.339 mdpl

- Sisa potongan: Gunung Wukir (635 mdpl)

- Total tinggi purba: 3.974 mdpl

- Jika tak dipotong, Arjuno akan menjadi gunung tertinggi di Jawa, mengalahkan Semeru.

 

📐 Gunung Semeru + Gunung Penanggungan

 

Berdasarkan kitab Tantu Panggelaran, Penanggungan adalah rontokan puncak Mahameru:

 

- Tinggi Semeru saat ini: 3.676 mdpl

- Sisa potongan: Gunung Penanggungan (1.653 mdpl)

- Total tinggi purba: 5.329 mdpl

- Dulu tingginya bahkan melampaui Puncak Jaya Papua (4.884 mdpl)!

 

📐 Gunung Slamet + Gunung Ciremai

 

Legenda menyebut puncak Slamet dipotong karena terlalu tinggi hingga menyentuh bintang:

 

- Tinggi Slamet saat ini: 3.428 mdpl

- Sisa potongan: Gunung Ciremai (3.078 mdpl)

- Total tinggi purba: 6.506 mdpl

- Ini menjadikannya gunung tertinggi secara spekulasi, setara puncak pegunungan tertinggi di benua lain.

 

 

 

Rangkuman Singkat

 

- Slamet purba: 6.506 mdpl (Tertinggi)

- Semeru purba: 5.329 mdpl

- Arjuno purba: 3.974 mdpl

 

Sungguh menakjubkan membayangkan Pulau Jawa zaman dahulu dipenuhi puncak setinggi gunung-gunung raksasa dunia!


🏆 KLASEMEN SEVEN SUMMITS OF JAVA: VERSI PURBA

 

Daftar ini menggabungkan tiga gunung legendaris (tinggi asli ditambah sisa potongan menurut cerita rakyat) dengan empat gunung tertinggi di Jawa yang bentuk dan tingginya tetap murni sejak zaman purba:

 

1. 👑 Gunung Slamet Purba — 6.506 mdpl

Status: Spekulasi Legenda (Gabungan Slamet 3.428 mdpl + Ciremai 3.078 mdpl)

Menjadi puncak tertinggi nomor satu. Tingginya melampaui Kilimanjaro, sehingga puncaknya pasti tertutup salju abadi sepanjang tahun.

 

2. 🥈 Gunung Semeru Purba — 5.329 mdpl

Status: Spekulasi Legenda (Gabungan Semeru 3.676 mdpl + Penanggungan 1.653 mdpl)

Tingginya bahkan mengalahkan Puncak Jaya Papua, menjadikannya gunung tertinggi di Indonesia versi fiksi.

 

3. 🥉 Gunung Arjuno Purba — 3.974 mdpl

Status: Spekulasi Legenda (Gabungan Arjuno 3.339 mdpl + Wukir 635 mdpl)

Berhasil menyalip ketinggian Gunung Kerinci di Sumatera.

 

4. ⛰️ Gunung Sumbing — 3.371 mdpl

Status: Murni Asli

Gunung murni tertinggi di Jawa yang tak pernah tercatat mengalami pemotongan atau keruntuhan puncak masif.

 

5. ⛰️ Gunung Raung — 3.344 mdpl

Status: Murni Asli

Terkenal dengan kaldera raksasa yang luas dan jalur pendakian yang menantang.

 

6. ⛰️ Gunung Lawu — 3.265 mdpl

Status: Murni Asli

Berdiri kokoh di perbatasan dua provinsi dengan puncak ikonik Hargo Dumilah.

 

7. ⛰️ Gunung Welirang — 3.156 mdpl

Status: Murni Asli

Saudara kembar Arjuno yang masih aktif memancarkan asap belerang


LEGENDA PUNCAK YANG TERPOTONG, TAPI SELURUH NUSANTARA

 

Kisah tentang gunung yang puncaknya dipotong, dipindahkan, atau serpihannya tercecer ternyata tidak hanya hidup di Pulau Jawa. Di berbagai penjuru Nusantara, terdapat gunung-gunung terkenal yang memiliki mitos serupa, bahkan ceritanya masih berhubungan erat dengan legenda pemindahan Gunung Mahameru dari India. Berikut adalah deretan gunung di luar Jawa yang menyimpan kisah tersebut:

 

🏝️ Gunung Agung (Bali) – Potongan Langsung Mahameru

 

Berdasarkan catatan kuno seperti Babad Pasek, Gunung Agung tidak terbentuk dari bawah ke atas secara alami, melainkan merupakan potongan gunung suci.

 

- Cerita Legenda: Saat para dewa mengangkut Gunung Mahameru dari India ke Jawa sebagai paku bumi, beban gunung itu terlalu berat. Ketika melintas di langit wilayah Bali, sepotong besar tubuh gunung terlepas dan jatuh ke bumi.

- Sisa Potongan: Potongan suci itulah yang kemudian tumbuh menjadi Gunung Agung setinggi 3.142 mdpl. Karena asal-usulnya langsung dari gunung tempat tinggal para dewa, gunung ini dianggap sebagai tempat paling suci bagi umat Hindu Bali.

 

⛰️ Gunung Rinjani (Lombok) – Serpihan yang Ikut Tercecer

 

Gunung tertinggi di Nusa Tenggara Barat ini juga memiliki ikatan erat dengan kisah pemindahan Mahameru.

 

- Cerita Legenda: Guncangan saat mengangkut gunung raksasa membuat bagian-bagiannya terus retak dan berjatuhan. Setelah potongan besar jatuh di Bali, sisa serpihan berikutnya jatuh lebih jauh ke timur.

- Sisa Potongan: Potongan yang jatuh di Pulau Lombok inilah yang diyakini menjelma menjadi Gunung Rinjani yang megah setinggi 3.726 mdpl.

 

🗺️ Gunung Sebatung (Pulau Laut, Kalimantan Selatan) – Dipotong Demi Jalur Laut

 

Kalimantan pun memiliki kisah unik pemotongan gunung, namun kali ini dilakukan oleh manusia sakti demi kepentingan bersama.

 

- Cerita Legenda: Dahulu kala, Gunung Sebatung menjulang sangat tinggi dan menjorok jauh ke laut, sehingga menghalangi jalur pelayaran kapal dagang dan sering menyebabkan kecelakaan.

- Aksi Pemotongan: Seorang tokoh sakti adat memotong bagian gunung yang menghalangi laut tersebut dengan senjata keramat.

- Sisa Potongan: Potongan yang terbuang berubah menjadi pulau-pulau kecil di sekitar selat, sedangkan sisa gunungnya kini menjadi lebih landai dan aman dilalui kapal.

 

 

 

🌋 Fakta Nyata: Gunung yang Benar-Benar "Dipotong" Alam

 

Di luar legenda, ada satu gunung yang puncaknya benar-benar hilang dan terpotong habis oleh kekuatan alam, yaitu Gunung Tambora di Pulau Sumbawa:

 

- Sebelum 1815: Merupakan salah satu gunung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai sekitar 4.300 mdpl.

- Setelah Letusan: Ledakan dahsyat tahun 1815 meruntuhkan sepertiga bagian atas gunung. Puncaknya lenyap, menyisakan kaldera raksasa, dan tingginya menyusut drastis menjadi hanya 2.850 mdpl hingga saat ini


🏆 SAVEN SUMMIT OF INDONESIA PURBA

 

Jika kita menyatukan kembali potongan potongan gunung menurut legenda, lalu menggabungkannya dengan gunung raksasa asli yang tak pernah terpotong, peta Indonesia akan berubah total. Pulau Jawa yang kini tak memiliki gunung di atas 4.000 mdpl, tiba-tiba mendominasi puncak tertinggi berkat kekuatan mitos!

 

Berikut urutan 7 gunung tertinggi versi gabungan purba:

 

1. 👑 Gunung Slamet Purba — 6.506 mdpl (Jawa Tengah)

Status: Gabungan Slamet asli + Ciremai

Melesat menjadi puncak tertinggi se-Nusantara, bahkan melampaui gunung tertinggi di Eropa dan Afrika. Puncaknya pasti tertutup salju abadi tebal.

 

2. 🥈 Gunung Semeru Purba — 5.329 mdpl (Jawa Timur)

Status: Gabungan Semeru asli + Penanggungan

Mengalahkan Puncak Jaya Papua. Sebagai asal Mahameru, puncaknya diselimuti lapisan es yang sangat luas.

 

3. 🥉 Puncak Jaya / Carstensz Pyramid — 4.884 mdpl (Papua)

Status: Murni Asli

Turun ke peringkat ketiga, meski tetap menjadi gunung batu tertinggi yang menakjubkan.

 

4. ⛰️ Puncak Mandala — 4.760 mdpl (Papua)

Status: Murni Asli

Raksasa terpencil yang dikelilingi tebing es purba yang ekstrem.

 

5. ⛰️ Puncak Trikora — 4.730 mdpl (Papua)

Status: Murni Asli

Berdiri megah di jantung Pegunungan Tengah Papua.

 

6. ⛰️ Gunung Arjuno Purba — 3.974 mdpl (Jawa Timur)

Status: Gabungan Arjuno asli + Wukir

Berhasil masuk 6 besar dan menggeser dominasi gunung di wilayah barat dan timur lainnya.

 

7. ⛰️ Gunung Kerinci — 3.805 mdpl (Jambi/Sumatera Barat)

Status: Murni Asli

Menutup deretan ini sebagai gunung berapi aktif tertinggi sekaligus "Atap Sumatera".

 

 

 

📊 Siapa yang Tersingkir?

 

Dalam versi purba ini, Gunung Rinjani dan Gunung Agung terpaksa keluar dari lingkaran tujuh besar, karena tingginya belum mampu menembus batas persaingan ketat di atas


MENGAPA GUNUNG PURBA KITA TAK BISA MASUK

 

Meskipun kita menyatukan kembali puncak-puncak legendaris hingga mencapai ketinggian luar biasa, jajaran raksasa fiksi Indonesia tetap tidak bisa menembus daftar resmi Seven Summits of the World. Alasannya terletak pada aturan dasar konsep tersebut sendiri.

 

🗺️ Dua Alasan Utama Kegagalan

 

1. Aturan "Satu Benua, Satu Wakil": Konsep ini mewajibkan mengambil satu gunung tertinggi saja dari setiap benua di bumi. Secara geografis, sebagian besar wilayah Indonesia masuk Benua Asia, sedangkan Papua masuk wilayah Oseania.

2. Saingan Asia Terlalu Perkasa: Di Benua Asia, kita harus bersaing dengan Pegunungan Himalaya. Bahkan jika Gunung Slamet Purba setinggi 6.506 mdpl itu nyata, ia masih jauh di bawah Gunung Everest yang menjulang 8.848 mdpl, sehingga tidak bisa menjadi wakil Asia.

 

🔄 Peluang Lewat Jalur Oseania

 

Satu-satunya celah jika gunung purba kita ingin masuk daftar dunia adalah jika kita menganggap Pulau Jawa sebagai bagian dari wilayah Oseania. Maka hasilnya akan seperti ini:

 

- Gunung Semeru Purba (5.329 mdpl): Bisa masuk resmi! Ia akan menggeser Puncak Jaya dan dinobatkan sebagai gunung tertinggi di Oseania.

- Gunung Slamet Purba (6.506 mdpl): Tidak hanya masuk, tapi langsung melesat ke peringkat ketiga dunia! Ia akan mengalahkan Denali di Amerika Utara dan Kilimanjaro di Afrika.

 

 

 

📊 Posisi Baru di Panggung Dunia

 

1. Gunung Everest — Asia — 8.848 mdpl (Asli)

2. Aconcagua — Amerika Selatan — 6.962 mdpl (Asli)

3. Gunung Slamet Purba — Oseania (Spekulasi) — 6.506 mdpl (Fiksi Jawa)

4. Denali — Amerika Utara — 6.190 mdpl (Asli)

5. Kilimanjaro — Afrika — 5.895 mdpl (Asli)

6. Gunung Semeru Purba — Oseania (Spekulasi) — 5.329 mdpl (Fiksi Jawa)

7. Puncak Jaya — Oseania — 4.884 mdpl (Tersingkir)

 

Jadi secara aturan resmi kita tetap tertinggal di Asia, namun jika lewat jalur Oseania, gunung purba tanah Jawa akan mengacak-acak peta pendakian dunia!


EKSPEDISI GUNUNG PURBA JAWA SAAT MENDAKI

 

Membayangkan mendaki gunung yang tingginya melonjak drastis berkat penyatuan kembali potongan legendarisnya sungguh menantang imajinasi. Medan, waktu tempuh, hingga strategi menuju puncak berubah total menjadi perjalanan ekspedisi tingkat tinggi, layaknya menaklukkan puncak-puncak raksasa dunia. Berikut gambaran lengkapnya:

 

🌋 Gunung Slamet Purba — 6.506 mdpl

 

Gabungan Slamet asli dan pecahan puncak Ciremai menjadikannya gunung tertinggi fiksi di Jawa.

 

- Karakter Medan Baru: Separuh perjalanan awal tetap berupa hutan lebat dan terjal khas jalur Bambangan. Namun di atas 4.000 mdpl, pepohonan lenyap sepenuhnya, berganti menjadi bebatuan vulkanik yang dilapisi es tebal dan salju abadi.

- Tantangan Utama: Memasuki zona kematian di atas 6.000 mdpl membuat oksigen sangat menipis, sehingga pendaki wajib membawa tabung oksigen tambahan.

- Total Waktu: 5 hingga 7 hari, di mana 2 hari penuh digunakan hanya untuk penyesuaian tubuh dengan ketinggian.

- Menuju Puncak: Berangkat pukul 11 malam dari batas es sekitar 5.000 mdpl. Butuh waktu 7–9 jam merayap di medan licin dengan kemiringan ekstrem, wajib memakai sepatu bergerigi dan kapak es.

 

🌋 Gunung Semeru Purba — 5.329 mdpl

 

Gabungan Semeru dan rontokan puncak Penanggungan.

 

- Karakter Medan Baru: Jalur hingga Kalimati tetap sama, namun di atasnya menjulang dinding raksasa baru. Tanjakan pasir khas Semeru yang biasanya 600 meter kini memanjang hingga 2.300 meter bercampur salju.

- Total Waktu: 4 hingga 5 hari perjalanan penuh.

- Menuju Puncak: Berangkat pukul 8 malam dari Kalimati. Perjalanan menanjak tanpa jeda landai memakan waktu 10–12 jam penuh. Ancaman terbesarnya adalah batu longsor yang meluncur sangat cepat dari ketinggian ribuan meter.

 

🌋 Gunung Arjuno Purba — 3.974 mdpl

 

Gabungan Arjuno dan lemparan potongan Gunung Wukir.

 

- Karakter Medan Baru: Jalur yang sudah panjang dan minim air kini semakin berat. Puncaknya berubah menjadi menara batu tajam yang menembus batas tumbuh pohon, selalu diselimuti kabut es tebal.

- Total Waktu: 3 hingga 4 hari dengan medan berbatu yang terus menanjak.

- Menuju Puncak: Berangkat pukul 1 pagi dari sekitar Pasar Dieng. Butuh waktu 5–6 jam memanjat tebing batu yang curam, dengan angin kencang yang mampu menjatuhkan pendaki tanpa bantuan tali pengaman.

 

 

 

🕒 Perbandingan Singkat

 

- Slamet Purba: Biasanya 2 hari, kini 5–7 hari. Butuh oksigen dan perlengkapan kutub.

- Semeru Purba: Biasanya 3 hari, kini 4–5 hari. Menuntut daya tahan kaki luar biasa di tanjakan pasir.

- Arjuno Purba: Biasanya 3 hari, kini 3–4 hari. Wajib membawa tali dan manajemen air ekstra.

 

Jika gunung ini nyata, mendaki di Jawa tak lagi sekadar hobi akhir pekan, melainkan persiapan matang berbulan-bulan layaknya ekspedisi ke Himalaya!


GUNUNG ARGOWAYANG

 

Secara literatur resmi maupun catatan sejarah yang tersebar di media sosial, hingga saat ini belum ditemukan mitos atau legenda khusus yang menjadi asal-usul nama "Argowayang". Pembahasan di kalangan komunitas pendaki dan warga sekitar lebih banyak berfokus pada letak geografis, karakteristik wilayah, serta status pelestariannya.

 

Makna di Balik Nama

 

Jika ditelusuri dari bahasa Jawa, nama gunung ini memiliki arti yang cukup puitis:

 

- Argo atau Harga: Berarti gunung atau dataran tinggi.

- Wayang: Berarti bayangan, atau merujuk pada kesenian pertunjukan wayang.

Secara harfiah, nama ini sering dimaknai sebagai "Gunung Bayangan", atau gunung yang puncaknya menyerupai layar kelir pertunjukan wayang jika dilihat dari kejauhan.

 

Fakta Geografis dan Status Kawasan

 

- Perbatasan Tiga Daerah: Gunung ini berdiri tepat di batas wilayah tiga kabupaten di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Jombang (Kecamatan Wonosalam), Kabupaten Kediri (Kecamatan Kandangan), dan Kabupaten Malang (Kecamatan Kasembon).

- Satu Keluarga dengan Anjasmoro: Secara bentang alam, Argowayang terletak di sisi barat Pegunungan Anjasmoro, berdekatan dengan kompleks Arjuno-Welirang.

- Kawasan Konservasi: Wilayah ini masuk dalam Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo. Karena ekosistemnya masih sangat asri dan menjadi rumah bagi berbagai jenis flora serta fauna yang dilindungi, Gunung Argowayang tidak dibuka untuk pendakian umum

0 komentar:

Posting Komentar